Kasus Vina : Dari Kritik Film ke Kritik Penegakkan Hukum di Media Sosial dan Media Online

TEMUAN DALAM KUTIPAN

Isu Vina (kasus pembunuhan dan pemerkosaaan di Cirebon) menjadi salah satu isu yang banyak dibicarakan oleh pengguna media sosial dan diberitakan oleh media online. Selama 1 bulan (1 hingga 31 Mei 2024), terdapat total 40.830 buah berita dan posting media sosial mengenai isu ini. Dalam jumlah besar (15.1 %) sentimen posting media sosial dan berita media online negatif. Hanya 4.6 % saja sentimen positif.

METODE PENELITIAN

  • Penelitian ini menggunakan metode analisis isi komputasional. LSI DennyJA Public Policy mengumpulkan percakapan di media sosial dan media online menggunakan kata kunci (keyword) “kasus vina” dan “vina Cirebon”. Hasil dari crawling ini dilakukan pembersihan (cleaning) untuk mengecek apakah percakapan dan konten relevan, sebelum dianalisis. Periode pengumpulan data selama 1 bulan di bulan Mei (1 hingga 31 Mei 2024). Total data yang dikumpulkan berjumlah 40.830 buah.
  • Salah satu isu yang banyak diperbincangkan publik dalam bulan Mei 2024 adalah isu Vina atau Vina Cirebon. Vina (saat itu berusia 16 tahun) adalah korban pemerkosaan dan pembunuhan dari geng motor (berjumlah 11 orang) di Cirebon pada 27 Agustus 2016. Polisi menangkap 8 orang anggota tersebut. Kedelapan orang itu telah dijatuhi vonis bersalah di pengadilan dan saat ini masih di penjara. Sementara 3 orang pelaku lain masih buron dan belum tertangkap.
  • Kasus yang terjadi 8 tahun lalu tersebut menjadi viral kembali setelah diputarnya film “Vina: Sebelum 7 Hari” (sutradara Anggy Umbara) di layar bioskop Indonesia. Sejak pertama kali diputar pada 8 Mei 2024, film ini telah ditonton lebih dari 5 juta penonton. Pada awalnya, film ini banyak diperbicangkan karena kualitasnya yang dianggap buruk. Produser film juga dikritik karena mengeksploitasi dan menjual kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan untuk mengeruk keuntungan. Apalagi film ini disajikan dalam genre horror. Setelah 2 minggu tayang di bioskop, isu kemudian bergeser menjadi desakan kepada polisi agar menuntaskan kasus pembunuhan Vina, dengan menangkap pelaku lain yang belum tertangkap.
  • Karena kasus menjadi viral, polisi kemudian menetapkan 3 orang DPO (Daftar Pencarian Orang). Polisi kemudian hanya menangkap Pegi Setiawan, sementara dua lainnya dihapus dari daftar buronan karena tidak cukup bukti. Belakangan muncul berbagai kejanggalan atas penangkapan Pegi. Di media sosial dan media online, muncul berbagai dugaan pelaku yang sengaja disembunyikan, seperti kasus ini melibatkan orang penting dan berbagai dugaan lain. Karena kasus yang viral dan diperbincangkan oleh publik tersebut, Presiden Jokowi sampai ikut berkomentar. Seusai kunjungan kerja di Sumatera Selatan, Kamis (2024/5/30), Jokowi mengatakan sudah menyampaikan pesan ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kasus Vina diusut tuntas.

Kasus Vina Dari Kritik Film ke Kritik Penegakan Hukum di Media Sosial & Media Online

Download PDF

Kirim Link Download ke

error: Content is protected !!
Scroll to Top